Jokowi Ingin Anak-anak Sekolah Pakai Baju Betawi

Ray Jordan – detikNews

Jakarta – Anak-anak sekolah di Jakarta segera punya ‘seragam’ baru istimewa. Tidak hanya pegawai Pemprov DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menginginkan anak-anak sekolah juga memakai seragam Betawi.

Kita sudah merealisasikan pakaian Betawi bagi SKPD dan para pegawai Pemprov DKI, dan mungkin akan kita lebarkan lagi ke anak-anak sekolah. Pada hotel-hotel akan kita paksa untuk pakai pakaian adat ini,” kata Jokowi di hadapan anggota DPD RI Dapil Jakarta di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2013).

Ia didampingi 25 stafnya antara lain Sekda, seluruh deputi asisten, wali kota dan bupati, inspektur dan kepala badan kapala dinas dan SKPD.

Jokowi berharap agar Perda Pelestarian Budaya diterbitkan oleh DPRD DKI Jakarta.

Selain baju Betawi, menurut Jokowi, bangunan-bangunan di Jakarta bakal diterapkan untuk memakai arsitektur Betawi mulai tahun ini.

“Kemudian kami akan paksa bangunan-bangunan memakai arsitektur ornamen Betawi, paling tidak tampak depannya tampak karakter Betawi. Dan ini akan kita mulai pembangunan Masjid Raya di Jakarta Barat, dengan mengacu pada arsitektur Betawi. Akan segera kita mulai,” papar Jokowi.

(aan/nrl)

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/01/14/130210/2141374/10/jokowi-ingin-anak-anak-sekolah-pakai-baju-betawi

Senator Jakarta Puji Jokowi soal Baju Betawi, Blusukan, & Car Free Night

Ray Jordan – detikNews

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kerja dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD)daerah pemilihan (dapil) Provinsi DKI Jakarta. Kunjungan ini membahas beberapa kebijakan yang telah dilaksanakan oleh Jokowi.

Anggota DPD Dapil DKI Jakarta, AM Fatwa menyampaikan apresiasinya atas kebijakan Jokowi yang memberlakukan Car Free Night (CFN) pada malam tahun baru lalu. DPD pun menyarankan agar kegiatan tersebut dapat disempurnakan.

“Masyarakat mengapresiasi kegiatan pergantian tahun. Itu sangat menyedot perhatian. Suasana sukaria di masyarakat. Butuh penyempurnaan,” ujar AM Fatwa di ruang Balai Agung, Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2013).

Namun, Fatwa juga menyarankan agar kegiatan lainnya di malam tahun baru seperti acara Zikir Akbar, bisa difasilitasi

“Kegiatan CFN perlu disempurnakan dan disinkronisasi dengan kegiatan Zikir nasional. Kegiatan zikir ini bisa dipusatkan di Mesjid At Tin di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Jadi, bagi yang ingin berjoget dan bernyanyi silakan ke Thamrin. Tapi bagi yang suka zikir silahkan ke TMII,” katanya.

Selain CFN, Fatwa yang mewakili DPD Dapil DKI ini juga memberi acungan jempol pada kebijakan Jokowi yang mewajibkan seluruh pegawai Pemprov DKI untuk mengenakan pakaian khas Betawi setiap hari Rabu. Diharapkan Jokowi pun bisa lebih membangkitkan seni budaya lewat sisi lain.

“Saya juga memberikan apresiasi mengenai pakaian dinas harian Betawi. Saya lihat juga Pak Gubernur menerima Dubes Amerika dengan pakaian Betawi. Gubernur Ali Sadikin dulu juga mendirikan cagar budaya Betawi di Setu Babakan Jakarta Selatan. Tentu kita mengharapkan Pak Gubernur bisa menindaklanjuti hal tersebut,” kata Fatwa.

(jor/ndr)

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/01/14/112721/2141225/10/senator-jakarta-puji-jokowi-soal-baju-betawi-blusukan-car-free-night

Jokowi: Baju Adat Betawi Enak

Jokowi: Baju Adat Betawi Enak

 

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berbincang dengan salah satu anggota Pewarta Foto saat menyambangi warung kopi dikawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, (2/1). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Kamis, 03 Januari 2013 | 05:04 WIB

TEMPO.CO , Jakarta:Seluruh pegawai Pemerintah DKI Jakarta kemarin sudah mengenakan baju adat khas Betawi. Dalam penerapannya belum seluruhnya pegawai menggunakan pakaian Betawi yang bakal diwajibkan pada setiap Rabu itu.

Gubernur DKI, Joko Widodo pun sudah menggunakan pakaian Betawi itu kemarin. Dia mengenakan pakaian putih, peci, celana bahan hitam dengan sarung kotak-kotak coklat yang diletakkan di bahunya. Dia senang memakai baju adat Betawi itu.

“Enak banget, luwes (memakainya). Enggak ribet. Nggak gerah, hangat malah,” ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu 2 Januari 2013.

Jokowi bahkan mengatakan lebih senang memakai baju khas Betawi tersebut dibandingkan baju seragam lainnya. “Lebih enak pakai ini,” katanya.

Menurut dia, baju yang dikenakannya bukan barang baru. “Ini sarungnya sudah punya, kemeja sudah, celana sudah, peci juga. Jadi sudah punya semua,” ujarnya.

SUTJI DECILYA

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/01/03/231451715/p-Jokowi-Baju-Adat-Betawi-Enak

Jokowi Tumbuhkan Budaya Kebetawian Melalui Baju Betawi

Jokowi Tumbuhkan Budaya Kebetawian Melalui Baju Betawi

KOMPAS.com. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggunakan baju khas Betawi, yaitu baju koko dengan sarung yang dikalungkan, Rabu (2/1/2013). Peraturan itu akan dilaksanakan tiap hari Rabu dan berlaku bagi Gubernur, Wakil Gubernur, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI, Rabu (2/1/2012).

 Penulis : Kurnia Sari Aziza | Rabu, 2 Januari 2013 | 19:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ikut memamerkan baju khas Betawinya yang akan rutin dikenakan tiap hari Rabu. Pria yang akrab disapa Jokowi itu mengenakan baju koko berwarna putih dengan sarung berwarna biru muda yang dipadu cokelat muda yang dikalungkan di lehernya. Dengan menerapkan peraturan tersebut, Jokowi mengatakan, di dalam sebuah kota memang harus memiliki identitas dan karakter budaya.

“Sudah saya sampaikan, karakter dan identitas ini sudah sering saya sampaikan di mana-mana bahwa kota itu harus punya identitas dan punya karakter. Ya inilah kepribadian dalam kebudayaan,” kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Rabu (2/1/2013).

Untuk baju yang dipakainya, Jokowi mengaku tidak memesan dan membeli khusus bajunya tersebut. Selain itu ia juga mengaku nyaman dengan menggunakan baju khas Betawi tersebut. “Sarungnya saya sudah punya, kemeja sudah punya, celana sudah punya, peci juga sudah punya. Sudah punya semuanya. Enak banget, hangat,” ujarnya.

Jokowi pun mengatakan akan memulai dari tubuh Pemprov DKI untuk dapat menumbuhkan tradisi budaya kebetawian, khususnya di DKI Jakarta. “Kalau yang menghargai bukan kita siapa lagi, siapa yang suruh pakai kalau bukan kita. Yang menghargai budaya kita harus kita mulai dari kita sendiri. Kalau tidak kita akan lupa nanti yang muda-muda lupa semuanya,” katanya.

Jokowi memberikan waktu selama satu bulan bagi seluruh PNS DKI yang masih belum memiliki baju khas Betawi. Seperti diketahui, untuk baju Betawi bagi PNS laki-laki dengan menggunakan baju koko dengan sarung di leher atau sadariah dan bagi PNS perempuan dengan menggunakan kebaya encim.

Peraturan mengenai baju khas Betawi telah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No 209/2010 yang diterbitkan sejak 28 Desember 2012. Dalam Pergub itu dinyatakan bahwa per 2 Januari 2013 PNS di DKI Jakarta wajib mengenakan pakaian khas daerah di setiap hari Rabu.

“Saya beri waktu satu bulan kok. Enggak ada sanksi, pasti ikut peraturannya semua kok he he he,” kata Jokowi.

Setelah menerapkan peraturan menggunakan baju Betawi di hari Rabu, tahun ini, Jokowi juga akan memaksa dengan menumbuhkan karakter-karakter bangunan di Jakarta. Untuk awal, Jokowi akan menumbuhkan karakter kebetawian di sekolah, pasar, kantor lurah, dan kantor camat.

“Entah dari plangnya atau hanya aksen tiangnya dan tampak mukanya. Sekarang sudah langsung saya perintahkan,” kata Jokowi.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/01/02/19113498/Jokowi.Tumbuhkan.Budaya.Kebetawian.Melalui.Baju.Betawi

Tak Siapkan Sanksi, Jokowi: Semua PNS Pasti Ikut Aturan Pakai Baju Betawi

Ray Jordan – detikNews
(dok DetikFoto)

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidk menyiapkan sanksi jika ada PNS Pemprov DKI yang tak menggunakan baju Betawi di setiap hari Rabu. Sebab, Jokowi yakin semua jajarannya akan patuh pada aturan tersebut.

“Ah nggak, sanksi apa. Pasti ngikut (peraturan) semua kok,” ujar Jokowi sambil tertawa di Balai Kota DKI Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2013).

Jokowi mengaku bahwa di dalam Surat Keputusan (SK), telah disebutkan adanya waktu toleransi untuk mempersiapkan diri selama satu bulan. Pria Solo ini khawatir generasi muda akan lupa pada kebudayaan Betawi jika tidak dilestarikan.

“Kalau yang menghargai kebudayaan bukan kita siapa lagi, siapa yang suruh pakai kalau bukan kita, yang menghargai budaya kita harus kita mulai dari kita sendiri. Kalau tidak kita akan lupa nanti. Yang muda-muda kan lupa nanti,” lanjutnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Jokowi juga memerintahkan menampilkan karakter Betawi di bangunan-bangunan pemerintahan. “Ntah dari plang atau aksen tiangnya tampak mukanya, sekarang sudah langsung saya perintah,” kata Jokowi.

(sip/nwk)

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/01/02/190735/2131633/10/tak-siapkan-sanksi-jokowi-semua-pns-pasti-ikut-aturan-pakai-baju-betawi

Jokowi Beri Toleransi PNS yang Belum Pakai Baju Betawi

Ray Jordan – detikNews

Jakarta – Sejumlah PNS Pemprov DKI masih ada yang belum memakai baju Betawi sesuai aturan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Namun, Jokowi memberi toleransi bagi anak buahnya.

“Ini artinya, Pak Gubernur arif betul dalam arti kalau belum siap, biar mempersiapkan diri,” kata
Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Pemprov DKI Jakarta, Sylviana Murni, saat dimintai komentar masih ada pegawai yang belum memakai baju Betawi.

Hal ini disampaikan Sylviana di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2013).

Sylviana mengatakan batas waktu toleransi tidak lama.

“Tetapi tidak lama-lama. Kita juga punya peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai. Tidak langsung represif, ada preemtif dan ada preventifnya dan ini kita serahkan kepada masing-masing SKPD. Kalau hari ini belum pakai, kita mengerti artinya ada toleransi,” papar mantan walikota Jakarta Pusat ini.

Dijelaskan dia, Gubernur DKI Jakarta mensyaratkan kepada semua pegawai untuk memakai baju Betawi setiap hari Rabu.

Aturan tersebut sesuai dengan Peraturan Gubernur nomor 209 tahun 2010 yang diterbitkan sejak tanggal 28 Desember 2012.

“Di dalam pergub itu dinyatakan bahwa per 2 Januari 2012, PNS DKI Jakarta menggunakan pakaian-pakaian. Ada 5 pakaian sebenarnya Senin sampai Jumat. Pak Gubernur sudah menerapkan bahwa untuk Rabu menggunakan pakaian khas Betawi. Nah ini sudah berkoordinasi dengan dengan Bamus Betawi,” papar pejabat eselon II ini.

Menurut Sylviana, pegawai perempuan bisa menggunakan kebaya Kerancang. Busana ini modelnya pun disesuaikan dengan kondisi.

“Ada yang untuk busana jilbab, bisa dipadupadankan kain dan celana untuk naik motor dan di lapangan,” ujar Sylviana.

“Kalau yang lelaki pakai Sadariah yang dilengkai kain pelekat atau yang suka dipakai sarungan dan peci. Alhamdulillah respons baik,” lanjut dia.

Warna busana pastel seperti putih, broken white, biru muda, hijau muda.

“Pokoknya warna mudalah. Ini ada panduannya termasuk kainnya juga nama kainnya pucuk rebung atau dikenal dengan nama tumpal,” kata dia.

Selain itu, pegawai menggunakan batik Nusantara setiap Kamis dan Jumat. Senin, pegawai memakai baju Linmas warna hijau, Selasa berseragam warna cokelat khaki.

(aan/nrl)

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/01/02/125857/2131144/10/jokowi-beri-toleransi-pns-yang-belum-pakai-baju-betawi

Pegawai Pemprov DKI Luwes Pakai Baju Betawi

Ray Jordan – detikNews

 Jakarta РTahun baru, penampilan baru. Pertama kalinya, pegawai Pemprov DKI Jakarta mulai mengenakan baju seragam Betawi.

Sesuai ‘instruksi’ Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), pakaian seragam Betawi diterapkan setiap hari Rabu.

Pengamatan detikcom, Rabu (2/1/2013), pegawai laki-laki mayoritas mengenakan baju koko warna putih dan celana panjang warna hitam.

Sedangkan pegawai perempuan terlihat mengenakan kebaya Encim warna warni, dengan bawahan sesuai selera ada yang memakai kain batik Betawi, celana panjang dan rok.

Namun, ada juga pegawai yang masih memakai seragam dinas warna cokelat.

“Nggak terlalu ribet. Tetapi kalau naik angkot memang ribet. Saya pakai kebaya yang ada saja, belum jahit yang seragam. Kita jadi lebih disiplin, itu positifnya,” ujar seorang pegawai, Ida, yang memakai kebaya warna krem ini.

Asisten pemerintahan bidang kesejahteraan masyarakat, Mara Olowan, berharap penerapan baju Betawi ini membuat identitas Pemprov DKI Jakarta semakin kuat.

“Luwes. Mudah-mudahan identitas sebagai Pemda semakin luas. Masyarakat juga semakin baik,” kata Mara.

Menurut dia, pegawai akan menyesuaikan diri dengan senang hati. “Sederhana, adem, senang. Ya sudah ada saja dipakai,” ujar dia.

Pegawai lainnya, Taslim Memo, mengaku belum tahu adanya aturan baju Betawi.

“Tadi saya mau pakai tetapi ragu-ragu. Saya belum tahu kalau dimulai hari ini. Cuti 4 hari. Kalau teguran, saya belum ngerti,” kata Taslim.

Ajudan Jokowi juga mengenakan baju koko dan ada juga yang menggunakan safari warna hitam.

(aan/nrl)

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/01/02/100933/2130936/10/pegawai-pemprov-dki-luwes-pakai-baju-betawi